< Pembangkit Listrik Tenaga Surya | ELEKTRINA ENERGY
Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Apa itu Pembangkit Listrik Tenaga Surya?

Seperti yang kita tahu, banyak jenis Pembangkit Listrik di Indonesia yang sudah tidak asing di telinga kita, seperti; PLTA yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air, PLTD yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang biasa digunakan di daerah terpencil, dan yang paling sering kita dengar yaitu PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Dari ketiga Pembangkit Listrik diatas Pembangkit Listrik Tenaga Uap merupakan pembangkit yang paling banyak digunakan di Indonesia. PLTU merupakan Pembangkit Listrik yang menggunakan bahan bakar dari batu bara, atau secara tidak langsung menggunakan bahan bakar dari sumber yang tidak dapat diperbaharui karena batu bara berasal dari fossil yang berasal dari mineral yang dibentuk berjuta-juta tahun lamanya. Alhasil, pembangkit tersebut pun memiliki dampak yang cukup buruk terhadap lingkungan terutama polusi  dan jejak karbon yang ditimbulkan. Selain itu, untuk proses pembangunan PLTU juga membutuhkan waktu yang lama, mulai dari studi kelayakan, perencanaan, perizinan, hingga pembangunan. Begitu juga untuk PLTD yang membutuhkan bahan bakar Diesel yang berasal dari fossil yang diolah menjadi minyak.

PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan masih satu-satunya Pembangkit Listrik yang sudah umum yang menggunakan dari sumber yang dapat diperbaharui. Mengingat, di Indonesia merupakan mayoritas wilayahnya 70% berupa perairan. Banyak sungai, air terjun, atau sumber air lainnya yang bisa dibendung. Karena skala instalasi PLTA yang besar agar memenuhi studi kelayakan terhadap kapasitas yang dihasilkan dan lainnya, keuntungan dari Pembangkit Listrik tersebut bisa diturunkan menjadi PLTM yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yaitu sama menggunakan air sebagai penggerak turbin dengan skala yang lebih kecil.

Di Indonesia, ada satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi yang sangat besar tapi belum dapat di aplikasikan secara maksimal, yaitu PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang prinsip dasarnya menggunakan sinar matahari sebagai sumber penghasil listrik. Kenapa potensinya besar? Karena di Indonesia merupakan area yang dilewati garis khatulistiwa, dan memiliki iklim tropis yang hanya memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan penghujan. Hampir setiap hari sepanjang tahun matahari akan bersinar. Perbedaannya hanya ada pada produksi energi yang dihasilkan, ketika musim penghujan produksi akan lebih kecil dari musim kemarau karena matahari akan lebih sering tertutup awan karena mendung dan hujan.

Selain potensinya di Indonesia yang besar, keuntungan lainnya dari PLTS karena merupakan sumber energi yang terbarukan yang jelas PLTS merupakan energi bersih dan tidak menyebabkan jejak karbon dan polusi. Jadi PLTS menjadi alterantif yang penting di tengah isu perubahan iklim yang mengemuka saat ini yang memang harus diantisipasi dari sekarang. Selain itu, penempatan aplikasi pembangkit tenaga surya yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari lahan terbuka seperti lapangan, di bendungan atau danau dengan pengaplikasian secara terapung dan bahkan bisa diletakkan di atap rumah sehingga kelas rumah tangga pun bisa memproduksi energi listriknya sendiri. Dan yang paling utama adalah PLTS bisa menekan tagihan listrik untuk pelanggan PLN mulai dari kelas rumah tangga, komersial seperti kantor, rumah sakit, mall, hotel, hingga bangunan industri karena pemasangan PLTS dipasang secara paralel dengan jaringan listrik PLN.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya memiliki 3 jenis utama untuk instalasinya, yaitu on-grid, hybrid, dan off-grid. Nah bagaimana penjelasan untuk masing-masing sistem instalasi diatas? Selengkapnya akan kami bahas pada artikel selanjutnya ya. Stay tune..

Untuk Pemesanan, Hubungi Kontak Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *